Kesehatan Organ Reproduksi

1431592972_Banner-About-Cystitis

Jaga organ reproduksi tetap sehat

Seperti yang Anda ketahui, infeksi saluran kemih/cystitis pada perempuan adalah kondisi yang umum, terutama pada mereka yang aktif secara seksual. Oleh sebab itu, tidaklah mengejutkan apabila sejumlah infeksi vagina dan saluran kemih ditularkan ketika berhubungan intim. Kondisi ini disebut “honeymoon cystitis”, alias infeksi saluran kemih/cystitis yang disebabkan oleh aktivitas seksual. Honeymoon cystitis tidak hanya terjadi ketika perempuan berhubungan intim untuk kali pertama dalam hidupnya, namun juga ketika melakukannya kembali setelah lama absen. Akibat gerakan penetrasi, bakteri dapat berpindah ke kandung kemih dan berkembang biak sebelum menimbulkan infeksi. Sebagian perempuan menyadari bahwa mereka lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih/cystitis dalam waktu sekian hari pasca berhubungan seksual, yang terkadang turut melukai uretra dan mendorong pertumbuhan bakteri.

Ini paling sering terjadi saat organ reproduksi tidak cukup terlindung dengan cairan pelumas saat berhubungan intim. Lendir pada organ reproduksi dan sekitar uretra berperan penting dalam melindungi dari bakteri. Oleh karena itu, jika organ reproduksi Anda kering, gunakanlah pelumas selama berhubungan intim. Lakukan hubungan intim dalam posisi yang nyaman demi menghindari potensi masalah, seperti kerusakan uretra yang mampu meningkatkan risiko infeksi saluran kemih/cystitis.

Akan tetapi, hubungan intim bukanlah satu-satunya faktor penyebab infeksi saluran kemih/cystitis. Infeksi ini turut didukung oleh sebab lain, seperti kebiasaan mengelap organ reproduksi dari belakang ke depan ketika buang air (ini meningkatkan risiko perpindahan bakteri), serta menggunakan alat kontrasepsi seperti diafragma. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan kedua aspek tersebut dalam menghilangkan (atau, minimal mengurangi) risiko infeksi saluran kemih/cystitis di masa mendatang. Biasakan berperilaku bersih, serta hindari situasi atau perilaku yang dapat membahayakan organ reproduksi.

Kebersihan diri dipercaya menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan organ reproduksi. Bakteri tertentu (biasanya Escherichia coli) yang ada pada feses adalah penyebab infeksi paling umum. Organ reproduksi memiliki flora tersendiri yang mampu menjaganya dari serangan mikroorganisme berbahaya, seperti sejumlah jenis bakteri. Kebersihan diri pun menjadi begitu penting dalam mencegah terjadinya infeksi seperti cystitis dan vaginitis, di antaranya:

  • Mengelap organ kewanitaan dari depan ke belakang untuk mencegah pertumbuhan bakteri
  • Gunakan handuk hanya untuk diri sendiri.

Pada beberapa kasus, dokter akan meresepkan pengobatan antibiotik untuk menyembuhkan infeksi, namun antibiotik itu sendiri turut memiliki efek samping terhadap flora di organ reproduksi, sehingga mengundang infeksi dan gangguan lain. Mengembalikan flora di organ kewanitaan yang telah terganggu oleh pengobatan antibiotik dapat dilakukan dengan sejumlah cara.

Mengembalikan dan menjaga flora normal di organ reproduksi

Flora di organ reproduksi mengandung banyak jenis bakteri, salah satunya lactobacilli yang dianggap punya peran penting dalam melindunginya. Sejumlah mikrooorganisme ini bertanggung jawab dalam menjaga tingkat keasaman organ reproduksi. Terlalu sering membersihkan organ kewanitaan dapat meningkatkan kadar pH menjadi basa, yang akhirnya mengganggu eksistensi flora organ reproduksi, memicu tumbuhnya infeksi, serta bau tidak sedap. Hindari membersihkan organ intim lebih dari yang seharusnya.

Apabila flora organ reproduksi terganggu, bakteri patogen dapat berkembang biak dan memicu vaginosis bakteri. Jenis pertumbuhan ini cenderung meningkatkan jumlah bakteri yang di sana sehingga memicu timbulnya bau. Sebuah studi menemukan bahwa, misalnya, mengonsumsi probiotik tertentu mampu menjaga flora organ reproduksi yang sehat. Studi lain juga menyatakan bahwa supositoria lactobacilli dapat digunakan untuk mengembalikan flora bakteri normal pada organ intim.