Nutrisi

1431592972_Banner-About-Cystitis

Pola makan dan cystitis

Pola makan memiliki dampak nyata bagi seluruh aspek dalam kesehatan dan hidup kita. Perubahan mendadak pada kebiasaan makan Anda akan memicu perubahan fungsi pencernaan dengan sejumlah efek bagi kesehatan. Dalam sudut pandang urologi, pola makan memang tidak dianggap sebagai hal yang penting. Namun, nyatanya ada interaksi antara saluran cerna dengan sistem kemih dan kelamin kita. Ini disebabkan sistem saluran kemih yang bekerja bersama sistem lainnya dalam tubuh. Oleh karena itu, pola makan dapat membuat perubahan besar, termasuk membuat Anda yang sebelumnya sehat menjadi sakit. Perempuan yang mengalami infeksi saluran kemih cystitis akan mengenali bahwa sejumlah makanan dan minuman dapat menambah rasa nyeri yang diderita, misalnya alkohol dan makanan asam.

Pola makan tepat untuk Anda

Mengonsumsi yang sehat mampu meningkatkan sistem imun dan menjadi stimulus bagi tubuh Anda untuk melawan berbagai gangguan, termasuk infeksi saluran kemih (ISK). Perhatikan tips berikut ini.

  1. Hindari makanan dan minuman yang bersifat asam, misalnya teh, kopi, alkohol, gula, daging, makanan pedas, atau sari buah jeruk yang tidak dilarutkan, sebab dapat memperparah infeksi saluran kemih/ Sebaiknya ganti dengan enam hingga delapan gelas air mineral setiap harinya untuk melarutkan zat asam pada urine.
  2. Konsumsi yoghurt yang mengandung banyak bakteri hidup bermanfaat bagi usus Anda, khususnya setelah mengonsumsi antibiotik.
  3. Batasi asupan karbohidrat, sebab unsur ini mampu menguatkan bakteri dan melemahkan sistem imun. Hindari mengonsumsi produk dengan kadar karbohidrat tinggi, seperti cemilan manis, cokelat, serta olahan karbohidrat semacam tepung terigu (banyak terkandung pada kue dan roti), juga saos tomat. Pemanis buatan turut mampu memperparah gejala bagi sebagian orang.
  4. Minum banyak air. Hidrasi yang cukup pada tubuh membuat urine mampu melarutkan bakteri yang ada pada kandung kemih. Konsumsi cukup air tidak hanya berdampak positif bagi fungsi kandung kemih dan saluran kemih, namun juga pada usus besar yang berfungsi menyerap zat makanan. Usus besar sangat bergantung pada asupan air untuk menjalankan fungsi normalnya, yakni mencegah pertumbuhan bakteri buruk. Penderita infeksi saluran kemih disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat, serta suplemen penambah serat yang bekerja sebagai laksatif, bila perlu.

Ketika mencoba pola makan baru, catat makanan sehat yang Anda konsumsi beserta gejala yang Anda rasakan. Ingatlah bahwa suatu makanan atau minuman memerlukan waktu sekian jam untuk dapat diproses tubuh dan menimbulkan gejala. Sebisa mungkin, konsumsilah makanan segar, sebab makanan olahan seringkali mengandung zat seperti pengawet atau perasa buatan, yang mestinya Anda hindari.

Jangan lupa pula memerhatikan jumlah zat yang terkandung pada makanan Anda. Misalnya, kadar serat yang terkandung pada buah dan sayur tertentu, atau kadar protein pada telur. Anda juga dapat mengoptimalkan pola makan dengan mengonsumsi suplemen tambahan yang mengandung Vitamin C, betakaroten, seng, probiotik, dan herbal dengan kandungan antiseptik.

Usus sehat untuk hidup sehat

Kondisi saluran cerna yang buruk dapat mengurangi pertahanan imun Anda, sehingga menjadikan Anda lebih rentan terhadap risiko infeksi, termasuk infeksi saluran kemih cystitis. Maka, jika Anda mengidap masalah usus (seperti sembelit atau sindrom iritasi usus), atau gangguan kemih dan organ reproduksi (misalnya cystitis), temuilah dokter untuk mendapatkan pengobatan dan saran pola makan yang mampu meningkatkan fungsi usus. Kesehatan usus yang meningkat akan berdampak positif terhadap kandung kemih, bahkan untuk jangka panjang.

Perubahan flora usus yang umum ditemukan pada kondisi saluran cerna tertentu, serta konstipasi, mampu mendorong pertumbuhan bakteri berbahaya yang menyebabkan infeksi saluran kemih, termasuk cystitis.