Mengapa Aku Sering Terkena Infeksi Saluran Kemih?

Oleh: Dr. dr. Budi Iman Santoso, Sp.OG(K), MPH

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu masalah yang lazim dijumpai diantara wanita. Sekitar 10-13% wanita pernah mengalami ISK per tahun dengan risiko terkena ISK seumur hidup ialah lebih dari 50%. Di AS, ISK terjadi pada lebih dari 6 juta pasien rawat jalan dan 479.000 pasien rawat inap. Meskipun ISK tidak mematikan, namun penyakit ini memengaruhi kualitas hidup seorang wanita. Nyeri, absen dari kerja maupun sekolah, istirahat total menjadi hasil akhir dari penyakit ini. Setelah terkenal ISK, sekitar 20-30% wanita memiliki risiko terkena ISK kembali dalam 6 bulan bahkan 3% mengalami ISK ketiga selama periode tersebut. Risiko berulangnya ISK ini yang disebut sebagai ISK berulang/ rekuren.

Infeksi saluran kemih dapat timbul sebagai ISK bagian bawah atau bagian atas. Klasifikasi lainnya dengan memandang apakah terdapat komplikasi dari ISK tersebut. Yang dimaksud ISK dengan komplikasi ialah jika berkaitan dengan ketidaknormalan struktur atau fungsi dari saluran kemih atau terdapat penyakit lain penyerta sehingga meningkatkan risiko terkena ISK atau gagal terapi. Sebagai contoh ialah penyakit batu ginjal atau saluran kemih atau pada laki-laki yang lebih sering dikenal yaitu pembesaran prostat. Infeksi saluran kemih yang terjadi pada populasi demikian dikenal dengan ISK dengan komplikasi. Sementara itu, ISK tanpa komplikasi sifatnya lebih sporadik, bersifat penyebaran secara komunitas, dapat merupakan episode dari ISK bagian atas maupun bawah. Sementara itu, ISK berulang memiliki pengertian lebih dari 2 episode ISK tanpa komplikasi yang berlangsung selama 6 bulan atau lebih dari 3 episode selama 12 bulan yang dibuktikan melalui pemeriksaan lab (kultur).

Umumnya, ISK dapat disebabkan oleh penyebaran dari mikroorganisme yang menyebabkan terjadinya relaps (kambuh kembali) atau reinfeksi (terkena infeksi baru kembali). Mikroorganisme tersering menjadi penyebab ISK sporadik maupun rekuren ialah Escherichia coli pada 70-95% kasus. Sementara itu, organisme lain yang menjadi penyebab ISK ialah Staphylococcus saprophyticus (10-15%), Klebsiella pneumoniae dan Proteus mirabilis. Infeksi saluran kemih dikatakan kambuh kembali jika disebabkan oleh jenis bakteri yang sama pada ISK sebelumnya dalam waktu 2 minggu setelah selesainya terapi. Sementara itu, jika telah sembuh lebih dari 2 minggu akan disebut sebagai reinfeksi.

Beberapa faktor risiko yang diduga menjadi penyebab ISK rekuren diantaranya dibagi menjadi premenopause dan menopause. Pada premenopause, hubungan seksual 1 bulan terakhir meningkatkan risiko ISK rekuren hingga 10 kali lipat jika berhubungan lebih dari 9 kali sebulan dan 6 kali lipat jika 4-8 kali sebulan, penggunaan kontrasepsi, antimikroba, estrogen, genetik, ISK sebelumnya, riwayat ISK saat masih kanak-kanak, jarak uretra dengan anus.  Sementara itu, pada masa menopause, beberapa faktor risiko meningkatkan ISK rekuren ialah kekurangan estrogen, bedah urogenital, inkontinensia, sistokel, sisa kencing yang masih banyak di buli-buli, dan ISK sebelumnya.

Infeksi saluran kemih rekuren memiliki gejala yang tidak berbeda dengan gejala ISK pada umumnya. Keluhan peningkatan frekuensi, nyeri saat BAK, tidak lampias menjadi gejala yang cukup umum dijumpai pada ISK rekuren. Oleh karena itu, jika Anda mengalami salah satu gejala di atas dan gejala tersebut seringkali berulang, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Anda mungkin merupakan salah satu penderita ISK berulang. Tingkatkan kesadaranmu untuk hindari ISK.