Penderita Infeksi Organ Reproduksi

1431592972_Banner-About-Cystitis

Infeksi organ reproduksi dan infeksi saluran kemih /cystitis

Infeksi organ reproduksi dapat menjadikan perempuan lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih/cystitis. Sebab infeksi organ reproduksi dapat melenyapkan pertahanan imun alami pada sistem kemih dan kelamin, sehingga risiko terjadinya infeksi saluran kemih/cystitis menjadi lebih tinggi.

Secara medis, sejumlah kondisi yang menyebabkan infeksi atau peradangan pada organ reproduksi disebut vaginitis. Vulvovaginitis, contohnya, merupakan peradangan pada organ reproduksi dan vulva (bagian luar organ reproduksi). Kondisi ini dapat timbul akibat mikroorganisme seperti bakteri, ragi, atau virus, maupun iritasi karena bahan kimia pada krim, semprotan, serta pakaian. Vaginitis juga bisa terjadi karena bakteri yang menular selama berhubungan intim.

 

Apakah gejala infeksi organ reproduksi?

Infeksi pada organ reproduksi dapat menghasilkan gejala yang bermacam-macam berdasarkan sebabnya. Ada pula perempuan yang sama sekali tidak mengalami gejala, yang meliputi:

  1. Keputihan abnormal dan bau tidak sedap;
  2. Sensasi terbakar ketika pipis;
  3. Gatal di sekitar area organ reproduksi;
  4. Rasa tidak nyaman saat bersanggama

 

Umumnya, organ reproduksi memproduksi lendir dengan ciri berwarna bening atau sedikit keruh, tidak terasa sakit, dan tanpa bau. Ketika menstruasi, jumlah dan kepekatannya berubah sepanjang siklus: encer dan berair di awal, lalu berangsur-angsur menjadi lebih kental. Ini merupakan kondisi normal.

Sebaliknya, lendir menjadi tidak normal bila memiliki bau atau terasa sakit, seperti gatal atau terbakar. Rasa gatal bisa timbul kapan saja, namun seringkali mengganggu ketika malam, terutama saat bersenggama. Ada baiknya bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter bila mengalami perubahan jumlah, warna, dan bau pada lendir.

 

Apakah jenis infeksi paling umum infeksi organ reproduksi?

  1. Infeksi Candida, alias “ragi”;
  2. Infeksi bakteri;
  3. Trichomoniasis;
  4. Chlamydia;
  5. Infeksi virus.

 

Meskipun gejalanya berbeda, mengenali tipe infeksi organ reproduksi seperti di atas bukanlah hal yang mudah bagi perempuan, sekalipun bagi dokter yang berpengalaman. Apalagi, lebih dari satu infeksi dapat terjadi di saat yang bersamaan.

Pengobatan infeksi organ reproduksi akan bergantung pada jenis penyebab infeksi. Setelah diagnosis, biarkan dokter yang menentukan pengobatan terbaik bagi infeksi yang Anda alami.

 

Bagaimana mencegah infeksi organ reproduksi?

Kebersihan pribadi (misal: cara membersihkan dari depan ke belakang) merupakan faktor penting dalam mencegah infeksi kemih, termasuk cystitis. Pada perempuan, uretra, organ reproduksi, dan saluran pembuangan/dubur berada amat dekat, sehingga bakteri di saluran pembuangan/dubur yang berasal dari usus bisa dengan mudah pindah ke organ reproduksi dan kandung kemih. Bakteri Escherichia coli yang banyak ditemukan pada tinja adalah penyebab utama pada banyak kasus infeksi saluran kemih/cystitis. Jika tinja terpapar di dekat organ reproduksi atau perineum, resiko bakteri untuk menginfeksi kandung kemih menjadi lebih tinggi. Kurangi resiko tersebut dengan menjaga kebersihan diri sehari-hari, termasuk setelah buang air. Area organ reproduksi wajib selalu bersih guna mencegah infeksi seperti cystitis dan vaginitis.

Berikut tips kebersihan yang sederhana dan mudah dilakukan:

  1. Bersihkan organ reproduksi setiap hari. Gunakan sabun yang lembut, bilas dengan menyeluruh, lalu tepuk-tepuk dengan handuk hingga kering;
  2. Lap organ reproduksi dan anus dari arah depan ke belakang;
  3. Janganmembilas organ reproduksi dengan douche, untuk menjaga keseimbangan alaminya;
  4. Konsumsi antibiotik hanya bila dianjurkan dokter, untuk menjaga keberadaan bakteri baik pada organ reproduksi;
  5. Minta pasangan Anda untuk menggunakan kondom berbahan lateks ketika bersenggama;
  6. Gunakan pakaian dalam berbahan katun;
  7. Hindari celana ketat dan stoking saat cuaca panas.

 

Meski infeksi kemih dan kelamin dapat menular secara seksual, serta bahwa infeksi saluran kemih/cystitis kerap dialami perempuan yang aktif berhubungan intim, bukan berarti Anda harus absen sama sekali dari hubungan intim. Gunakan nalar Anda dalam mengenali apa yang baik atau tidak baik untuk dilakukan selama berhubungan seksual. Jadilah waspada, tanpa merasa takut yang berlebihan. Infeksi tetap dapat disembuhkan dalam jangka waktu pendek.