Penderita Kencing Manis (Diabetes)

18207181_XL

Diabetes merupakan kondisi penyakit metabolis yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengurai glukosa. Anda yang menderita diabetes melitus tipe 1 atau 2, dan khususnya dengan kadar glikemik yang tak terkendali (misalnya lupa minum obat), maka Anda akan lebih rentan terpapar infeksi saluran kemih (ISK), terutama cystitis. Fakta ini didukung oleh riset yang menemukan bahwa obesitas dan diabetes meningkatkan resiko infeksi saluran kemih/cystitis. Perempuan yang kerap mengalami infeksi saluran kemih/cystitis juga dilatarbelakangi sejumlah faktor, di antaranya diabetes. Dokter dapat membantu Anda untuk mengelola diabetes yang Anda derita, supaya infeksi saluran kemih turut terhindarkan. Perempuan yang sering mengalami infeksi di organ kelaminnya juga rentan mengalami infeksi saluran kemih.

Mengapa penderita diabetes lebih rentan?

Penderita diabetes memiliki kadar glukosa yang tinggi pada urin,  serta sistem imunnya kurang bekerja dengan optimal. Selain itu, sebanyak 30 persen perempuan penderita diabetes juga menderita disfungsi kemih yang semakin menambah risiko dan tingkat keparahan infeksi saluran kemih. Jika infeksi menyerang bagian atas sistem urin dan kelamin, maka dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius: faktanya beberapa perempuan yang mengalami infeksi saluran kemih/cystitis dan bakteriuri (jumlah bakteri di urin signifikan) bisa berkembang ke saluran urin bagian atas dan berpotensi membahayakan ginjal.  Jadi, jangan remehkan masalah ini.

Bakteri penyebab infeksi saluran kemih yang umum ditemukan adalah Escherichia coli, diikuti Staphylococcus saprophyticus, serta Klebsiella pneumonia. Diabetes melitus sendiri menambah risiko pyelonephritis akut, yakni infeksi di saluran kemih bagian atas.

Maka, pengobatan bagi perempuan penderita diabetes melitus dan infeksi saluran kemih bertujuan:

  1. Melenyapkan bakteri patogen dengan antibiotik
  2. Mencegah kambuhnya infeksi, misalnya dengan konsumsi suplemen yang mengandung sari buah cranberry

 

Kontrol gula darah Anda

Mengingat penderita diabetes dengan kadar gula darah tinggi lebih mudah terserang infeksi saluran kemih/cystitis, maka mengendalikan gula darah secara maksimal menjadi keharusan. Ikuti dengan baik setiap petunjuk pengobatan yang diberikan dokter. Dengan begitu, Anda mampu mengurangi resiko terinfeksi. Sebaliknya, jika gejala infeksi saluran kemih/cysitis terus muncul meskipun kadar glukosa Anda stabil, dokter akan menguji sampel urin Anda untuk menegakkan diagnosis infeksi saluran kemih, sebelum meresepkan pengobatan untuk mengatasi gejala dan mencegah resiko yang lebih parah. Pengobatan bisa dilakukan dengan  antibiotik jangka pendek dengan kemungkinan sembuh sebesar 85-95 persen. Setelah antibiotik habis, dokter mungkin akan meminta sampel urin Anda kembali guna memastikan bahwa infeksi telah sirna.