Pentingkah Pemeriksaan Kencing saat Kehamilan?

Oleh: Dr. dr. Budi Iman Santoso, Sp.OG(K), MPH

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu kejadian tersering selama kehamilan. Di Amerika Serikat, kejadian ISK pada wanita hamil sekitar 8%. Mengapa ISK ini begitu menjadi perhatian? Ternyata, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil dengan ISK akan meningkatkan risiko melahirkan bayi prematur yang berujung pada berat bayi lahir rendah. Sementara itu, berat bayi lahir rendah ini meningkatkan berbagai morbiditas bahkan dapat menyebabkan peningkatan risiko kematian pada bayi.

Infeksi saluran kemih secara umum dibagi menjadi asimptomatik/ tanpa gejala dan simptomatik/ bergejala. Infeksi tanpa gejala ini yaitu adanya bakteri dalam urin pada wanita hamil yang tidak ada keluhan apa-apa. Hal ini dapat terjadi sekitar 2 hingga 7 persen dari kehamilan. Infeksi jenis ini sebenarnya memiliki angka kejadian yang mirip pada wanita tidak hamil. Namun, pada wanita hamil, peningkatan hormon progesteron akan menyebabkan peningkatan risiko menjadi infeksi yang lebih berat yaitu ISK bagian atas. Infeksi saluran kemih bagian atas sering menunjukkan gejala yaitu nyeri perut bawah, sering buang air kecil, kencing berdarah, muntah, bahkan demam.

Oleh karena itu, perkumpulan spesialis di Amerika merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan lab (kultur urin) pada kunjungan kehamilan pertama. Hal ini bertujuan untuk menjaring pasien ISK tanpa gejala karena risiko ISK meningkat pada usia kehamilan 6 minggu dan mencapai puncak pada minggu ke-22 hingga 24. Sayangnya, kultur urin ini tidak murah dan memerlukan 24 hingga 48 jam untuk mendapatkan hasil. Oleh karena itu, jika Anda datang ke dokter, Anda biasanya akan dilakukan pemeriksaan urin dengan metode urinalisis atau urin celup. Sayangnya, tingkat akurasi metode urin celup ini lebih rendah daripada kultur urin. Oleh karena itu, skrining ISK tanpa gejala sebaiknya dilakukan kembali pada trimester ketiga. Beberapa pasien dengan riwayat ISK berulang sebelum kehamilan dan gangguan struktur saluran kemih menyebabkan kerentanan lebih terhadap ISK pada kehamilan. Pasien di atas memerlukan skrining urinalisis lebih sering dari pasien lainnya saat hamil. Selain itu, hal lain yang perlu menjadi perhatian pada wanita hamil ialah hubungan seksual dapat menyebabkan perlukaan pada bagian saluran kemih bagian ujung. Perlukaan ini menjadi jalan masuk bagi bakteri. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlunya skrining urin saat awal kehamilan dan trimester ketiga kehamilan. Sudahkah Anda melakukan hal tersebut?