tentang-cystitis-header

Bukan kutukan, sebab mampu disembuhkan

Kalau Anda membaca ini, bisa jadi Anda adalah seorang perempuan yang sedang, atau pernah, mengalami infeksi kemih. Bisa jadi pula terbersit dalam benak Anda, bahwa perempuan ditakdirkan mengalaminya, dan bahwa kondisi ini tak terhindarkan layaknya sindrom pramenstruasi yang selalu Anda rasakan setiap bulan. Namun, infeksi kemih, khususnya cystitis, bukanlah kutukan bagi kaum hawa. Alih-alih frustasi, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mengenali dan mengelolanya. Ingat, cystitis adalah kondisi yang bisa dicegah dan dipulihkan.

 

Apa itu cystitis?

 Istilah cystitis berasal dari kata dalam bahasa Yunani, cyst yang berarti “kantong” atau “kandung kemih”, dan itis (imbuhan umum dalam istilah medis, seperti hepatitis, sinusitis, dsb) yang berarti peradangan. Singkatnya, cystitis berarti peradangan di kandung kemih yang disebabkan oleh infeksi.

Seperti namanya, cystitis memang merupakan infeksi urine dari kandung kemih, dan mewakili mayoritas kasus Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada perempuan. Contoh infeksi saluran kemih/ISK lainnya ialah pyelonephritis, bakteriuria (adanya bakteri pada urine), serta candiduria (adanya zat ragi pada urine). Sebaliknya, infeksi saluran kemih/ISK jarang terjadi pada laki-laki di bawah usia 50 tahun, tetapi kemungkinannya meningkat di atas usia ini. Perempuan delapan kali berisiko lebih mudah terserang infeksi saluran kemih cystitis dibandingkan laki-laki.

 

Mengapa saya mengalaminya?

Semua perempuan bisa terserang infeksi saluran kemih cystitis. Menurut penelitian, mayoritas perempuan penderita infeksi saluran kemihcystitis adalah mereka yang berusia 18 sampai 35 tahun, namun tak berarti remaja dan manula lantas terhindar dari risikonya. Faktanya, sebanyak 15 persen perempuan mengidap infeksi saluran kemih cystitis setiap tahun, sedangkan setengah dari seluruh perempuan pernah merasakan penyakit ini paling tidak satu kali dalam hidupnya.

Infeksi saluran kemih cystitis biasanya disebabkan oleh infeksi urine akibat sejumlah bakteri, terutama bakteri usus Escherichia coli (E. coli) yang menjadi sebab dari 85 persen kasus infeksi saluran kemih cystitis.

Meskipun tidak berbahaya, infeksi bakteri bisa berdampak besar bagi kualitas hidup Anda. Gejalanya meliputi:

  1. Sensasi nyeri atau terbakar ketika pipis
  2. Sering pipis (anyang-anyangan)
  3. Rasa selalu ingin pipis
  4. Kandung kemih terasa belum kosong sepenuhnya setelah pipis
  5. Urine berwarna keruh
  6. Sakit punggung
  7. Adanya darah pada urine
  8. Rasa nyeri atau kram pada perut bagian bawah
  9. Demam atau suhu badan tinggi

 

Bakteri yang biasanya berasal dari dubur pindah ke organ reproduksi dan uretra (saluran kencing). Bila tumbuh subur di sana, koloni bakteri bisa masuk ke dalam uretra hingga tiba di kandung kemih. Bakteri kemudian menempel pada dinding bagian dalam kandung kemih, menimbulkan infeksi, dan memunculkan gejala.

Secara alami, saluran kemih terlindung dari infeksi melalui berbagai cara. Urine yang normal sejatinya steril dari segala bakteri dan kuman. Dari ginjal, urine mengalir keluar tubuh dan membantu mencuci bersih saluran kemih dari bakteri. Sistem imun tubuh dan lapisan pada kandung kemih turut berkontribusi melawan peradangan. Pada perempuan, ada pula bakteri “baik” di organ reproduksi yang berfungsi melindungi area tersebut dari serangan infeksi.

 

Mitos dan fakta

Begitu banyak mitos yang beredar tentang penyebab cystitis dan infeksi saluran kemih, misalnya akibat duduk di permukaan yang dingin, terlalu banyak berhubungan seksual, atau malah akibat tidak pernah sama sekali. Anggapan keliru ini terus bertahan tanpa memiliki dasar faktual yang bisa dipertanggungjawabkan. Padahal,  penelitian telah membuktikan bahwa cystitis dipicu oleh masalah fungsional dan anatomis. Maka, penting bagi perempuan untuk mengetahui penyebab cystitis yang sebenarnya, mengapa cystitis senantiasa kambuh, dan betapa mudahnya mencegah dan mengobatinya. Anda bisa meminta saran dokter, atau bila perlu resep obat (khususnya antibiotik) maupun solusi herbal yang mampu mengurangi gejala. Infeksi saluran kemih cystitis juga dapat diobati secara efektif dengan pengobatan antibiotik dosis sekali minum.