tentang-cystitis-header

Bakteri, si aktor dibalik nyeri

Walau terkesan mustahil, menderita infeksi saluran kemih bagian bawah/cystitis adalah mimpi buruk yang mampu meruntuhkan hidup kaum hawa. Baik pekerjaan, hubungan sosial, hingga aktivitas hubungan intim mereka dipertaruhkan. Karena penyakit seperti infeksi saluran kemih/cystitis, seorang perempuan bisa kehilangan pijakan dan tidak lagi merasa dirinya “ada”. Terkadang perempuan bahkan merasa tiada lagi berdaya untuk membicarakannya dengan pasangan atau dokter sekalipun.

Pada umumnya, infeksi saluran kemih/cystitis disebabkan oleh infeksi bakteri pada kandung kemih. Ketika bakteri berkembang biak di sana, timbul sensasi terbakar, nyeri, dan rasa selalu ingin pipis (anyang-anyangan). Gejala ini berkaitan dengan aktivitas bakteri yang merusak jaringan pada dinding kandung kemih. Bakteri menempel pada dinding kandung kemih dengan mengeluarkan enzim urease, yakni enzim yang menguraikan urea menjadi amonia dalam urine, yang kemudian menghasilkan sensasi panas dan bau khas urine. Seiring melemahnya dinding pelindung kandung kemih oleh bakteri, urine menjalar hingga ke sel-sel dan pembuluh darah halus yang ada di dalamnya. Ketika terpapar urine, sel-sel tersebut memicu reseptor kimia khusus yang membuat Anda merasa ingin pipis (anyang-anyangan). Di tingkat parah, reseptor ini senantiasa bereaksi secara berlebihan, sehingga Anda merasa harus segera pipis. Sejumlah perempuan penderita infeksi saluran kemih/cystitis bahkan tak kuat menahan pipis setiap sepuluh menit. Saat urine mencapai jaringan saraf antarsel pada dinding kandung kemih, saraf-saraf itu tergelitik dan memicu kontraksi otot-otot halus di kandung kemih, sehingga Anda merasakan adanya tekanan. Meski begitu, bakteri pada urine belum tentu menimbulkan gejala, terutama bila jumlahnya sedikit. Pun bila ada banyak bakteri pada urine, Anda bisa saja tak merasakan tanda-tanda apapun. Kondisi ini disebut asymptomatic bacteriuria.

 

Berikut gejala yang umum timbul akibat infeksi saluran kemih/cystitis:

  1. Sensasi nyeri atau terbakar ketika pipis
  2. Sering pipis (Anyang-anyangan)
  3. Rasa selalu ingin pipis
  4. Kandung kemih terasa belum kosong sepenuhnya setelah pipis
  5. Urine berwarna keruh
  6. Sakit punggung
  7. Adanya darah pada urin
  8. Rasa nyeri atau kram pada perut bagian bawah
  9. Demam atau suhu badan tinggi

 

Tingkatan gejala ini bisa bervariasi pada setiap orang.

Mengapa infeksi saluran kemih/cystitis berulang?

 Tiada satupun perempuan yang serupa. Namun, semua perempuan memiliki pertahanan alami yang mampu mencegah infeksi bakteri penyebab infeksi saluran kemih/cystitis. Lendir di sekitar organ reproduksi dan lubang uretra bersifat sedikit asam untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Di samping itu, posisi uretra yang berada persis di atas infeksi saluran kemih/vagina, membuat pipis mengalir ke arah bawah menuju organ reproduksi/vagina, labia, perineum (area antara infeksi saluran kemih/ dan bagian belakang tubuh/dubur), hingga bagian belakang tubuh/dubur. Sel pada dinding uretra dan kandung kemih juga mempunyai perlindungan dari bakteri.

Sejauh ini, alasan mengapa infeksi saluran kemih/cystitis kerap berulang belum dapat dipastikan, baik terkait kondisi kandung kemih, maupun sistem imun tubuh. Akan tetapi, sejumlah kondisi berikut bisa jadi berpengaruh:

  1. Masalah pada kandung kemih atau ginjal berpotensi meningkatkan risiko infeksi saluran kemih/cystitis, seperti batu ginjal atau kondisi lain yang membuat urin menggenang dan tidak kosong secara wajar.
  2. Hubungan intim meningkatkan risiko infeksi saluran kemih/cystitis di beberapa perempuan
  3. Produksi hormon estrogen. Organ reproduksi, kandung kemih, dan uretra merespons sinyal kimiawi dengan hormon seksual, yaitu estrogen. Ketika jumlah hormon estrogen pada tubuh menurun, jaringan pada organ-organ tersebut menjadi lebih tipis, lemah, dan kering, sehingga meningkatkan potensi kambuhnya infeksi saluran kemih/cystitis.
  4. Kehamilan. Perempuan hamil rentan terhadap infeksi saluran kemih/cystitis akibat perubahan tekanan pada saluran kemih.

 

Tetaplah optimis

Infeksi saluran kemih/cystitis tidak bisa dianggap sebagai kegelisahan sementara, dan hanya perempuan yang bisa mengerti rasanya. Hari-hari Anda, khususnya yang mengalami infeksi saluran kemih/cystitis berat, mungkin jadi terasa begitu sengsara karena gangguan kandung kemih yang merenggut hidup Anda: karier, pertemanan, sampai urusan ranjang. Namun, janganlah berkecil hati. Sesungguhnya ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk membebaskan diri dari penyakit ini dan kembali hidup normal. Pertama, tunggu beberapa hari bilamana gejala mulai membaik. Jika tak ada perubahan, jangan ragu untuk menghubungi dokter. Biarkan sang ahli yang menindaklanjuti keluhan Anda dengan menimbang gejalanya dan pengujian, seperti urinalisis serta analisis kultur urin. Apabila hasil uji membuktikan bahwa Anda positif mengidap infeksi saluran kemih/cystitis, dokter akan memberi Anda resep antibiotik guna membunuh bakteri dan mencegah infeksi serius di kemudian hari, dengan potensi sembuh sebesar 85-95 persen. Tetap semangat dan yakinlah bahwa Anda bisa pulih.