1431592972_Banner-About-Cystitis

Pentingnya perbedaan antara sistem kemih (urin) dan reproduksi laki-laki dan perempuan

Meskipun memiliki banyak kesamaan fitur anatomis dan fisiologis, sistem geniturinaria (kemih dan reproduksi) antara laki-laki dan perempuan pada dasarnya berbeda. Keduanya memang mempunyai dua ginjal, dua ureter (masing-masing menghubungkan salah satu ginjal dengan kandung kemih), satu kandung kemih, serta satu uretra. Ginjal berperan sebagai penyaring darah dari produk sisa metabolisme, yang nantinya akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine. Selain itu, ginjal berfungsi untuk menjaga volume peredaran darah di seluruh tubuh, mengatur keseimbangan cairan, mengatur jumlah mineral dan air, serta mengontrol tekanan darah. Akan tetapi, uretra pada laki-laki jauh lebih berjarak daripada perempuan. Panjangnya bisa sekitar 25 sentimeter dari kandung kemih ke ujung penis, dibandingkan perempuan yang hanya 5 sentimeter. Perbedaan ini mungkin turut berpengaruh terhadap angka kejadian infeksi saluran kemih (ISK), khususnya cystitis, yang lebih tinggi pada perempuan. Uretra laki-laki yang lebih panjang agaknya memberi perlindungan lebih dari infeksi saluran kemih, tetapi ia juga mampu memicu persoalan lain, misalnya stenosis (penyempitan uretra). Di sisi lain, struktur uretra perempuan relatif lebih sederhana, sebab fungsi utamanya hanyalah sebagai pintu keluar urine dari tubuh. Ini bertolak belakang dengan fungsi ganda pada uretra laki-laki yang juga mengeluarkan cairan sperma selama aktivitas seksual. Tidak heran bila uretra laki-laki lebih sempit dan berotot ketimbang perempuan. Dengan demikian, saluran kemih laki-laki berfungsi seksual primer, sedangkan saluran kemih perempuan berfungsi seksual sekunder. Dari fakta ini, bisa disimpulkan bahwa perbedaan anatomis antara laki-laki dan perempuan juga berarti perbedaan fisiologis yang penting. “Bentuk adalah gambaran plastis fungsi,” ujar pakar histologi, embriologi, dan dokter kesehatan asal Italia, Angelo Ruffini.

Lucunya, sebagian perempuan tak mampu menemukan uretranya sendiri. Posisi uretra perempuan berada persis di atas lubang vagina. Keduanya bahkan berbagi jaringan kulit yang sama. Tidak seperti uretra laki-laki, strukturnya yang relatif pendek menghindarkan uretra perempuan dari risiko penyakit dalam. Tetapi di sisi lain, jarak yang pendek itu berpotensi menjadi jalan mudah bagi bakteri infeksi dari area sekitar vagina menuju kandung kemih.

Di luar organ reproduksi eksternal, perbedaan anatomis lainnya dari saluran geniturinaria keduanya yakni prostat pada laki-laki, serta ovarium (indung telur), tuba falopi, dan uterus (rahim) pada perempuan. Kandung kemih sendiri berada di bagian bawah pelvis (tulang panggul) perempuan, di depan rahim.

Serupa, tapi tak sama

Tidak berhenti pada persoalan anatomis dan fisiologis belaka, saluran kemih perempuan pun bekerja dengan cara berbeda dari milik laki-laki. Anggapan bahwa saluran kemih perempuan dan lelaki secara anatomi dan funsi adalah sama, saluran kemih wanita adalah versi pendek saluran kemih lelaki adalah keliru. Seperti telah dibahas sebelumnya, saluran kemih perempuan mempunyai fungsi yang sama sekali berbeda, dan berarti juga problem urologis yang berbeda. Pada keduanya, urine dari ginjal sama-sama melewati ureter menuju kandung kemih untuk diakumulasi. Setelah terkumpul hingga jumlah tertentu, sfingter uretra memberi sinyal pada Anda untuk pergi pipis . Bedanya, bila urine laki-laki keluar begitu saja dari lubang penis ke kloset, urine perempuan turut mengalir hingga ke labia, vagina, perineum (area antara vagina dan dubur), dan akhirnya bagian belakang tubuh (dubur). Pipis pada perempuan seakan sekaligus membersihkan area tersebut secara menyeluruh. Perlu diingat bahwa urine pada dasarnya bebas dari kuman. Dengan begitu, bakteri apapun yang ada secara berkesinambingan “ditekan keluar” dari tubuh.