tentang-cystitis-header

Jika Anda pernah mengalami infeksi saluran kemih/cystitis sebelumnya, Anda mungkin telah mampu mengenali sendiri gejalanya dan melakukan diagnosis pribadi tanpa menghubungi dokter. Namun, bila ini kali pertama Anda merasakan keganjilan, atau ada gejala yang dirasa parah, pergilah berobat. Mintalah saran pada ahli medis jika Anda mengalami sejumlah tanda berikut:

  1. Ada darah pada urine (hematuria)
  2. Demam tinggi di atas 38 derajat Celcius
  3. Rasa nyeri ketika pipis
  4. Sering pipis (anyang-anyangan)

 

Dengan menyampaikan gejala yang Anda rasakan, dokter akan mampu mendiagnosis keberadaan infeksi saluran kemih/cystitis pada tubuh Anda. Pertama-tama, dokter akan meminta Anda untuk menjalani tes dengan uji strip  (dipstick) guna mengetahui ada atau tidaknya bakteri infeksi pada sampel urine Anda. Strip dipstick adalah strip kertas yang dimodifikasi secara kimia untuk menguji sampel urine. Tes yang mudah dan cepat ini mampu mengungkap sejumlah zat (misalnya protein, glukosa, keton, hemoglobin, dsb) yang menjadi indikator infeksi bakteri.

Jika terbukti positif, dokter mungkin meminta sampel urine Anda untuk diperiksa di laboratorium, atau disebut pemeriksaan kultur urin. Melalui pemeriksaan ini, dapat diketahui bakteri apa yang menyebabkan infeksi, dan seberapa signifikan pertumbuhannya. Bakteri penyebab keberadaan infeksi saluran kemih/cystitis yang paling umum adalah Escherichia coli, enterococcus, dan Streptococcus fecalis.

Cara mengambil sampel urine

Untuk mengambil sampel, suster atau dokter akan memberi Anda sebuah wadah steril. Anda diharuskan menampung aliran urine yang keluar langsung dari kandung kemih, tanpa terkena kulit di sekitar uretra. Ini berguna supaya sampel urine benar-benar bebas dari kontaminasi bakteri di luar kandung kemih. Caranya, sandarkan tubuh Anda ke arah depan, sehingga urine tidak mengalir ke arah vagina dan sekitarnya. Anda juga bisa pipis terlebih dahulu untuk membersihkan bakteri di sekitar uretra. Setelah itu, baru tampung aliran urine pada wadah steril. Sampel itulah yang akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Analisis lebih lanjut

Apabila keberadaan infeksi saluran kemih/cystitis Anda senantiasa kambuh meski sudah mengonsumsi antibiotik, dokter mungkin akan merujuk Anda ke spesialis saluran kemih (urolog) untuk melakukan pengecekan lebih jauh, seperti pemeriksaan citra (ultrasonografi dan sinar X) atau cystoscopy.

Dalam prosedur cystoscopy, sebuah tabung fiber optik kecil dengan lampu dan kamera pada ujungnya (cystoscope) digunakan untuk melihat kondisi kandung kemih. Cystoscope dimasukkan ke dalam uretra. Tabung kamera itu akan bergerak mencapai kandung kemih untuk mengirim gambar kondisi di dalamnya ke layar komputer. Di samping itu, cystoscope juga dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan (biopsi) yang nantinya dianalisis di laboratotium.

Karena bersifat invasif, pemeriksaan menggunakan gambaran seperti di atas biasanya tidak diperlukan bila Anda mengalami gejala keberadaan infeksi saluran kemih/cystitis untuk kali pertama.