tentang-cystitis-header

Diagnosis dan Pengobatan

Gejala infeksi saluran kemih yang dikenal dengan nama cystitis normalnya akan berkurang dalam waktu beberapa hari. Namun, bila Anda merasa tidak kunjung membaik, segera temui dokter untuk memeriksakan sampel urine Anda. Dokter biasanya menggunakan uji urine dipstick (pengujian dengan strip kimia) yang mampu dilakukan dengan cepat, serta analisis kultur urin lanjutan, yakni spesimen dibawa ke laboratorium rumah sakit untuk ditumbuhkan dan diperiksa bakterinya.Namun uji urin dipstick sendiri sudah cukup untuk mendiagnosis infeksi saluran kemih/cystitis akut.

Setelah Anda terbukti menderita infeksi saluran kemih/cystitis dari hasil tes, dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi dalam jangka waktu pendek, dengan kemungkinan pulih sekitar 85-95 persen. Umumnya, kasus infeksi saluran kemih/cystitis pada perempuan membutuhkan masa pengobatan selama 3-5 hari, namun sebenarnya pengobatan juga bisa dilakukan dengan penggunaan antibiotik satu kali (single dose). Gejala penyakit akan membaik dalam waktu satu hari atau lebih setelah diobati. Rata-rata waktu antibiotik untuk mengurangi gejala adalah satu hari. namun, jika tidak ada perubahan berarti, bisa jadi bakteri telah resisten terhadap antibiotik yang sedang Anda konsumsi, atau disebut resistensi antimikroba. Dengan demikian, Anda perlu mengganti antibiotik ke jenis yang berbeda.

Apabila Anda sedang tidak hamil atau menderita penyakit lain, Anda pun bisa menyembuhkan infeksi dengan mengandalkan sistem imun tubuh Anda sendiri. Infeksi saluran kemih/Cystitis ringan umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Penelitian menyebutkan bahwa sekitar 25-42 persen kasus infeksi saluran kemih/cystitis akut sederhana pada perempuan sembuh tanpa antibiotik. Akan tetapi, bila gejala berlangsung lebih lama (paling tidak satu minggu), Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter. Infeksi pada saluran kemih atas kadang berkembang menjadi masalah serius: sejumlah perempuan yang mengalami infeksi saluran kemih/cystitis dan bakteriuria (ditemukannya jumlah bakteri yang signifikan pada urin) akan berkembang menjadi infeksi saluran kemih atas dan berpotensi membahayakan ginjal.

Jika Anda mengalami infeksi saluran kemih/cystitis lebih dari sekali, ginjal Anda bisa jadi juga dalam bahaya. Faktanya, diperkirakan 50-70 persen pasien dengan kondisi bakteriuria mengalami infeksi di kandung kemih, dan sebanyak 30-50 persennya berpotensi berkembang menjadi infeksi saluran kemih  bagian atas, yang berpengaruh buruk ke ginjal. Jangan remehkan infeksi saluran kemih/cystitis yang berulang kali menimpa Anda. Jika Anda mengalaminya, Anda wajib berobat ke dokter.

Pada beberapa kasus infeksi saluran kemih/cystitis yang disertai rasa nyeri, ketidaknyamanan, dan demam,  Anda bisa menggunakan obat-obatan antiradang, seperti parasetamol dan ibuprofen.