Sejumlah tanaman disebut-sebut mampu membantu menangkal infeksi saluran kemih yang dienaldengan sebutan cystitis. Beberapa di antaranya ialah sari buah cranberry, buchu, cren, arbutus, kayu cendana, echinacea, akar burdock, dan cress (sejenis kol). Tanaman-tanaman tersebut seringkali digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi saluran kemih (cystitis) berkat efek antiseptik yang mencapai saluran urine, sehingga berkhasiat menanggulangi infeksi bakteri di kandung kemih. Namun, efektivitasnya belum terbukti secara ilmiah.

Cranberry memang telah digunakan sebagai solusi alternatif untuk infeksi kandung kemih secara turun-temurun, tetapi benarkah ia efektif? Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun 2012 menunjukkan bahwa tablet dan sari buah cranberry terlihat menjanjikan sebagai pengobatan untuk perempuan yang seringkali mengalami infeksi kandung kemih. Namun subjek yang diuji pada penelitian ini sangat spesifik, sehingga efektivitasnya masih diragukan bagi populasi yang lebih besar.

Sejumlah tanaman di atas dikaitkan dengan efek diuretik. Penderita infeksi saluran kemih (cystitis) dianjurkan memperbanyak minum dan sering buang air guna membersihkan saluran kemih dan “melarutkan” bakteri keluar dari tubuh. Tanaman dengan efek diuretik lainnya adalah asparagus (bagian rimpang dan akar), birch (daun), horsetail (bagian ujung), couch grass (bagian rimpang), nettle (bunga dan akar), serta peterseli (bagian ujung dan akar). Anda bisa mengonsumsinya sebagai campuran pada teh atau jus.

Berkaitan dengan hubungan makanan dan infeksi saluran kemih (cystitis), saat terasa gejala infeksi saluran kemih (cystitis), perbanyaklah konsumsi zat yang mampu mengasamkan urine (untuk melindungi dari infeksi saluran kemih), contohnya sereal, buah-buahan plum, myrtle (tumbuhan berbunga), dan protein hewani. Di sisi lain,  Anda tetap mesti berhati-hati dengan sejumlah jenis buah dan sayur yang cenderung mengurangi tingkat keasaman urin. Bagi Anda yang pernah mengalami infeksi saluran kemih (cystitis) mungkin menyadari bahwa makanan dan minuman tertentu membuat gejalanya makin terasa. Oleh sebab itu, hindari mengonsumsi zat yang bisa memperparah gejala nyeri dan sensasi panas, seperti alkohol, kopi dan minuman berkafein, makanan asam dan pedas, maupun rokok.