tentang-cystitis-header

Antibiotik merupakan pengobatan khusus untuk infeksi bakteri. Sebelum memutuskan penggunaan antibiotik, cek terlebih dahulu apakah penyakit Anda memang dipicu oleh bakteri atau sebab lainnya, misalnya jamur. Oleh karena itu, jika diperlukan, biasanya dokter akan melakukan sejumlah tes laboratorium guna menguji sensitivitas bakteri penyebab infeksi saluran kemih yang dikenal dengan nama lain  cystitis yang Anda alami. Tes ini bisa dilakukan dengan antibiogram, yakni analisis laboratorium yang menguji respons bakteri tertentu dengan sejumlah antibiotik berbeda. Metode antibiogram mampu menemukan antibiotik mana yang paling cocok untuk suatu infeksi.

Antibiotik bersifat obat resep, maka penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Jangan meresepkan obat bagi diri Anda sendiri, maupun mengonsumsi antibiotik sisa yang telah lama tersimpan dalam lemari. Antibiotik antara satu dengan lainnya tidaklah sama, dan memiliki efek samping yang berbeda seperti obat pada umumnya. Bila Anda mengonsumsinya secara keliru, infeksi Anda tidak akan sembuh dan justru mendorong risiko terjadinya efek samping. Bahkan Anda dapat meningkatkan jumlah  bakteri yang resisten terhadap obat. Bakteri pun bisa tetap bertahan meski diobati oleh antibiotik, alias resisten. Maka, percayakan kesehatan Anda hanya kepada dokter, sebab hanya dokter yang bisa menentukan dan meresepkan antibiotik  yang tepat bagi infeksi saluran kemih/cystitis yang Anda alami.

Penderita masalah ginjal, harus menyesuaikan jumlah obat yang dikonsumsi untuk menghindari resiko berkurangnya fungsi ginjal. Namun, bila gejala tidak kunjung berkurang selama mengonsumsi antibiotik, Anda mungkin memerlukan alternatif antibiotik yang lain. Dokter Anda akan mempertimbangkan adanya resistensi bakteri.  Pada dasarnya, sejumlah bakteri memang mampu bertahan secara alami terhadap beberapa jenis antibiotik. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa beberapa antibiotik tertentu berkaitan dengan timbulnya resistensi bakteri yang sulit dibasmi.

Singkatnya, antibiotik yang tepat bisa menjadi obat efektif bagi penderita infeksi saluran kemih (cystitis), sekaligus mengurangi risiko kembalinya penyakit ini di kemudian hari. Meski begitu, penggunaan antibiotik (khususnya yang bekerja pada beragam jenis bakteri) juga bisa meningkatkan resistensi bakteri, dan malah menimbulkan efek merugikan bagi bakteri flora “baik” di usus dan vagina yang berfungsi melawaninfeksi disebabkan oleh  bakteri “jahat”. Penggunaan antibiotik untuk mengurangi gejala cystitis dan infeksi lainnya di saluran kemih harus dengan penuh pertimbangan dan jangan disalahgunakan untuk menghindari potensi masalah di masa yang akan datang.