tentang-cystitis-header

Honeymoon Cystitis

Infeksi saluran kemih (ISK), salah satunya cystitis, adalah penyakit umum, terutama pada perempuan dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun. Perempuan yang sering berhubungan intim diketahui sering mengalami “honeymoon cystitis”, yakni  cystitis yang disebabkan oleh aktivitas hubungan intim. Gejala pada infeksi saluran kemih/cystitis ini sama saja dengan cystitis lain yang bukan karena hubungan intim, yakni rasa nyeri atau terbakar ketika pipis dan sering pipis (anyang-anyangan).

Honeymoon cystitis bisa terjadi baik ketika seorang perempuan pertama kali berhubungan intim, maupun ketika kembali melakukan hibingan intim setelah vakum dalam waktu lama. Aktivitas penetrasi berulang saat berhubungan intim berisiko memindahkan bakteri ke kandung kemih, kemudian berkembang biak secara masif dan menimbulkan infeksi.

Setiap tahun, sekitar 15 persen perempuan diketahui menderita infeksi saluran kemih atau yang dikenal dengan cystitis ini, sementara setengah dari mereka pernah mengalaminya paling tidak sekali seumur hidup. Walau demikian, infeksi saluan kemih/cystitis lebih umum terjadi pada perempuan yang belum memiliki keturunan, mengakibatkan infeksi kandung kemih sebesar 4 persen dari seluruh kasus. Di sisi lain, infeksi saluran kemih yang disebut dengan honeymoon cystitis marak di kalangan perempuan muda usia 20-an. Sebagian dari mereka mengaku lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih/cystitis sekitar sehari usai berhubungan intim.

Hubungan intim tidak jarang memang menyebabkan luka pada uretra (bagian dari sistem saluran kemih) yang mendorong tumbuhnya bakteri, terlebih bila organ reproduksi dalam keadaan kering. Padahal, lendir di sekitar organ reproduksi dan uretra berfungsi sebagai pelindung dari bakteri. Oleh sebab itu, perempuan yang organ reproduksinya kering disarankan menggunakan gel pelumas ketika berhubungan intim. Hindari pula posisi saat berhubungan intim yang berisiko melukai uretra guna mencegah infeksi saluran kemih.

Ramah terhadap organ reproduksi

Berperilaku higienis, seperti membersihkan organ reproduksi dari arah depan ke belakang, menjadi faktor penting dalam pencegahan infeksi saluran kemih. Uretra, organ reproduksi, dan dubur/bagian belakang tubuh sejatinya berada amat dekat, sehingga bakteri mampu pindah ke organ reproduksi atau saluran kemih dengan mudah. Sejumlah jenis bakteri (terutama Escherichia coli) yang terkandung pada tinja seringkali jadi penyebab cystitis. Sisa tinja yang berada di sekitar organ reproduksi atau wilayah perineum (area antara bagian belakang dan saluran kemih) pun bisa meningkatkan risiko pindahnya bakteri ke saluran kemih. Dengan demikian, menjaga kebersihan area tersebut setelah buang air besar (BAB) menjadi faktor wajib dalam pencegahan infeksi, seperti infeksi saluran kemih/cystitis dan vaginitis, dengan cara:

  1. Mengelap organ reproduksi dari arah depan ke belakang demi mencegah penyebaran bakteri
  2. Gunakan lap atau handuk hanya untuk diri sendiri

Dalam menjaga kesehatan kandung kemih, Anda pun bisa mengandalkan nalar.  Adakah kebiasaan keliru yang Anda lakukan dalam keseharian, sehingga bakteri bertahan hidup dalam kandung kemih? Ingatlah bahwa untuk menjaga kesehatan, kandung kemih mesti dikosongkan secara berkala dengan memerhatikan:

  1. Banyaknya urine yang tersisa di kandung kemih setelah pipis
  2. Tenaga ketika mengeluarkan urine
  3. Frekuensi pipis/buang air kecil; semakin jarang Anda ke belakang, semakin lama urin berada dalam kandung kemih
  4. Kecepatan bakteri berkembang biak. Ini bergantung pada seberapa banyak bakteri yang masuk ke dalam kandung kemih

 

Cintai usus

Penderita kondisi usus tertentu, di antaranya gangguan pada usus (Irritable Bowel Syndrome/IBS) dan konstipasi bisa jadi berisiko lebih tinggi mengalami cystitis dan jenis infeksi saluran kemih lainnya. Secara khusus, pada penderita IBS, terjadi reaksi respons imun tubuh yang tidak normal sehingga bakteri berkembang biak secara ganjil dan menyebabkan infeksi. Perubahan pada flora usus turut mendorong perkembangbiakan bakteri “buruk” di usus penyebab infeksi saluran kemih/ISK, termasuk cystitis. Namun, kondisi ini dapat dikendalikan dengan pola makan yang tepat.